Sunday, April 21, 2013

Tata Surya: Asal-usul Tata Su Bagaimanakah asal-usul tata surya kita? Telah kita pahami bersama bahwa setiap kejadian pasti ada penyebabnya.Berikut asal usul nya.


a. Teori Percikan Matahari

Teori percikan matahari menyatakan bahwa pada suatu saat sebuah bintang melintas dekat matahari. Akibatnya, sebagian bahan matahari terlempar karena tertarik oleh gaya gravitasi bintang tersebut. Bahan yang terlempar itu selanjutnya mengalami proses pendinginan. Bahan inilah yang akhirnya membentuk planet-planet dan anggota tata surya lainnya. Teori percikan matahari kurang mendapat tanggapan dari para ilmuwan karena teori tersebut tidak dapat menjelaskan masalah benda-benda antariksa dengan baik. Menurut teori ini, planet-planet yang semakin jauh dari matahari seharusnya semakin kecil. Namun, kenyataannya tidak demikian. Selain itu, bentuk orbit planet seharusnya sangat lonjong, bukan elips.
b. Teori Bintang Kembar

Teori ini menyatakan bahwa mula-mula terdapat dua buah bintang. Satu di antaranya meledak menjadi pecahan-pecahan kecil. Pecahan-pecahan inilah yang setelah dingin membentuk planet-planet dan anggota tata surya lainnya. Sebagaimana teori percikan matahari, teori bintang kembar juga kurang mendapat tanggapan dari para ilmuwan. Hal ini karena teori ini juga tidak dapat menerangkan masalah benda-benda angkasa dengan baik. Menurut teori ini, bentuk orbit planet-planet seharusnya tidak beraturan. Kenyataannya, tidaklah demikian.
c. Teori Kabut

Teori kabut (hipotesis nebula) banyak mendapat tanggapan dari para ilmuwan. Hal ini karena teori tersebut dapat menerangkan gerakan anggota tata surya dengan baik. Menurut teori kabut, asal tata surya adalah sebagai berikut:
  1. Mula-mula terdapat nebula (kabut gas dan debu) yang sangat besar dan panas. Nebula tersebut terutama tersusun atas gas hidrogen dan helium.
  2. Selanjutnya, nebula mengalami prosss pendinginan. Akibatnya, nebula terkondensasi (mengalami penyusutan). Proses kondensasi ini menyebabkan nebula terputar. Perputaran tersebut semakin cepat seiring dengan laju kondensasi.
  3. Akibat perputaran yang sangat cepat, suhu nebula lambat laun mengalami kenaikan. Kenaikan suhu ini menyebabkan nebula mengembang (memuai). Perputaran dan pengembangan inilah yang menyebabkan sebagian permukaan nebula terlepas menjadi beberapa bagian. Bagian-bagian yang terlepas tersebut, setelah mengalami proses pendinginan membentuk planet-planet dan anggota tata surya lainnya. Adapun nebula yang masih berpijar sampai sekarang dinamakan matahari.
Teori kabut juga sering disebut teori kondensasi. Meskipun dapat digunakan untuk menerangkan sistem tata surya dengan baik, sebenarnya teori ini juga mengandung beberapa kelemahan. Kelemahan tersebut, antara lain tidak dapat menjelaskan dengan baik mengapa arah rotasi planet Venus berlawanan dengan arah rotasi planet pada umumnya. Padahal menurut teori ini, semua orbit planet seharusnya searah, yaitu sama dengan arah putaran nebula.
Posted by yusron fathur On 8:01 AM No comments

0 comments:

Post a Comment

  • RSS
  • Delicious
  • Digg
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Youtube

Labels

Blogger templates

Categories